Laman

Entri Populer

12 Oktober 2009

Review Yaesu FT2900R






Prodak baru ini adalah salah satu keluaran terbaru dari Yaesu pada tahun 2009
Transceiver ini sama dengan Transceiver yaesu sebelumnya dari segi RX atau TX. Yaesu ini adalah Abang dari Yaesu FT2800M (Basic pengoperasionalnya sama)

Output Power nya adalah :
High : 75 Watt (realnya bisa 80-85watt)
Low 3 : 30 Watt
Low 2 : 10 Watt
Low 1 : 5 Watt

Total Memory Transceiver ini sebanyak 221. Sedangkan untuk Basic Memory nya sebanyak 200 Memory, Dan Untuk memory Bank nya sendiri sebanyak 8 Memory.
Untuk speaker masih standart seperti biasanya 3watt.sayangnya speaker ini letaknya di bawah, tidak di depan. Coba seperti model icom V8000 speaker di panel depan, pasti lebih mantab!
Untuk PTT juga empuk..ga bikin jempol pegel
Untuk RX maupun TX pada frekuensi 136Mhz s/d 174Mhz

Untuk final sendiri menggunakan Toshiba SAV36A (80watt) sama dengan yang di gunakan Icom IC2200H (65Watt)

Perbandingan Power amplifier (Final )dari seangkatan lainnya;

FT2900 (75Watt)= IC2200 (65Watt) menggunakan Toshiba SAV36A
Icom V8000 (75Watt) = Kenwood TM271A (60Watt) menggunakan Mosfet RD70HVF1

Perbandingan High power outnya berbeda ya?hehee..padahal type final sama..
lihat saja di FT2900 dikeluarkan sebesar 75 watt sedangkan di icom IC2200 dikeluarkan 65 watt (masih ok lah....karena masih sama type finalnya.power final 80watt menurut datasheet)
nah ini yang V8000 dari icom dikeluari 75 watt, sedangkan pada kenwood TM271A dikeluarkan cuma 60 watt (final nya sendiri maksimal 75watt)

jadi saya merekomendasikan pilih FT2900 saja kalau ingin power yang ok!

Untuk Kekurangannya tidak ada RF Attenuator seperti pada icom IC2200

o iya,,,radio ini,,ada sensor suhunya juga loh,,,sampai 70derajat..kl over dari itu,otomatis radio off sendiri,,,,so....keamanannya dari kepanasan,,dijamin aman,

17 Agustus 2009

Review Kenwood TM271A





Produk dari Kenwood TM271A mempunyai desai yang kecil dibandingkan yang lain.Kecil kecil juga cabe rawit nih Transceiver

Kelebihannya:
+ Power maksimal 60Watt (Final Mosfetnya sama dengan yang digunakan dengan Icom V8000 75Watt)
+ Speaker di panel depan
+ Modulasi lebih condong ke bass dibandingkan Icom yang condong ke treable
+ Fisik kecil, pas di pasang di mobil

Kekurangannya
+ Hanya 2 pilihan power out (High 60Watt dan Low 25Watt)
+ Display kecil, dibandingkan IC2200 atau sejenisnya
+ Cepet panas (plat pendinginnya kurang manteb/sesuai body nya yg kecil jd kurang maksimal meredam panas)

Masalah yang pernah ditemui
- Saat Transmit tidak bisa hidup akan tetapi apabila PTT dilepas bisa Receive lagi

13 Agustus 2009

Satelit Palapa-D Pengganti Satelit Palapa-C

(Foto gedung Stasiun Pengendali Satelit Palapa-D)
Kemarin hari Rabu tgl. 12 Agustus 2009, ada workshop transfer traffic palapa d.Di Jatiluhur tepatnya. Stasiun Bumi Jatiluhur inilah yg nantinya menjadi stasiun bumi yg mengendalikan satelit palapa D.
Rencananya Indosat akan melakukan transfer ke satelit D tgl 31 Agustus besok.Karena satelit palapa c akan habis masa efektifnya pada tahun 2011.
Palapa D ini akan di luncurkan di Xichang,China hm, sedangkan manufacture nya sendiri dari Thales Alenia, Perancis!..Indonesia kapan ya punya sendiri..
Berikut General Specifications dari Palapa D;
- Orbital Slot : 113EL (Menggantikan Palapa C2)
- 15 Tahun Garansi lifetime (17,5 tahun untuk orbital manuver)
- Capasitas;
+ 24 Standart C-band
. U/L: 5.9 GHz - 6.4 GHz (Hor & Ver)
. D/L: 3.7 GHz - 4.2 GHz (Hor & Ver)
+ 11 Extended C-band Transponder
. U/L: 6.4 GHz - 6.7 GHz (Hor & Ver)
. D/L: 3.4 GHz - 3.7 GHz (Hor & Ver)
+ 5 Ku-Band Transponder
. U/L: 14.2 GHz - 14.5 GHz (Ver Only)
. D/L: 12.5 GHz - 12.7 GHz (Hor Only)
- Transponder High Power Amplifier

Yah secara keseluruhan Palapa D ini lebih baik dari Palapa C, Total transponder yang dimiliki satelit palapa D ini sebanyak 40, sedangkan untuk palapa c hanya 36 transponder. sebenarnya spesifikasinya lebih dari yg diatas, nanti dilanjut lagi ya..
MI

07 Agustus 2009

berbagi pengalaman






cuma sharing saja waktu ada kerjaan di kota mpek-mpek...ada orang "jepunnya" jadi lumayan buat nambah2 masukan repair pemancar tv..
kerjaan yang lumayan lama, hampir 4hari..lamanya karena, aligment phase setiap TRPA yang sampai 14 unit.., belum cek 8 dan 4 way combiner yang bekas terbakar..haduhh..

MI

22 Juni 2009

400Khz




Melengkapi, tentang pertanyaan dari saodara "wito". Bandwidth maksud dari balmon (400Khz) saya contohkan sbb:
Foto disamping, saya ambil contoh dari frekuensi 97.1Mhz (FM)
Di foto terlihat M1, M2, M3,M4, M5,M6 maksudnya
M1 ; Marker 1
M2 ; Marker 2 dst..
Maksud dari marker tersendiri adalah sebagaii penanda untuk memudahkan kita mengetahui di frekuensi berapa yang akan kita ukur.
Contoh diatas pada frekuensi 97,1Mhz (M1) untuk Posisi Center

Bandwidth FM tidak boleh dari 400Khz artinya;
M2 : 96,9 ( -200khz)
M3 : 97,3 ( +200khz)

Digambar terlihat syarat 400khz sangat memenuhi, apabila tidak memenuhi syarat 400Khz, maka bentuk gelombang sinus diatas melewati dari, 96.9Mhz (dikurangi -200Khz dari 97.1Mhz) dan melebihi dari frekuensi 97.3Mhz (97.1 ditambah +200Khz)

Sedangkan M4 dan M5 adalah span 600Khz.
Kalau melebihi span 400Khz tentunya akan mengganggu radio yang berdekatan dengan frekuensi pemancar anda atau disebut interverensi.

MI

18 Mei 2009

FM Antenna











Banyak orang menggunakan antenna model seperti gambar disamping (merk sira dan kathrein), kalau saya kurang mantap, karena kalau kita menngunakan 1 bay saja gain sebesar -1.5dB, 2 bay baru 1.5dB. Untuk VSWR juga tidak terlalu rata (broad band nya kurang ok) anda bisa lihat di grafik untuk vswr <1.4 itu paling besar, paling kecil 1:1 itu juga di frekuensi tertentu ya, kalau mau ya kita match lagi itu antenna.menurut saya antenna ini untuk broad band kurang mantap!

11 Mei 2009

Perlukah cable di match???




Banyak kalangan radio amatir, mulai yang bermain di FM yang buat ngebrik sampai dengan yang di 2m band. Banyak pula yang berdebat soal perlu atau tidak cable di "match" Sekarang saya coba perlihatkan yang benar dan mana yang kurang bener, Tentunya dengan alat ukur yang bernama Spectrum Analyzer merk Rohde&Schwarz. Metode yang kita ukur menggunakan Tracking Generator (karena ini cukup untuk mengukur Return Loss dari suatu cable) untuk antenna saya ganti dengan Dumy Load 50 Ohm!!

Caranya sangan simple,berikut caranya:

1. Tekan tombol power ON
2. Pasang VSWR Bridge
3. Masukan frekuensi yang kita inginkan misal 75Mhz sampai dengan 170 Mhz
4. Tekan tombol start Freq. yang kita inginkan tadi (75 Mhz)
5. Tekan tombol stop Freq. yang kita inginkan tadi (470 Mhz), Kita anggap saja 75 s/d 470 Mhz adalah band width frekuensi kerja dari pemancar dan antenna kita (Kita anggap antenna sudah match 50 Ohm
6. Setelah itu tekan tombol "meas" dan tekan lagi tombol measure
7. Pilih menu Tracking Generator, Kemudian akan muncul Reflect Call, tekan tombol itu!
8. tekan tombol meas mode (pilih scalar)
9. Sekarang kita calibrasi kabel yang buat kita ngukur kabel kita, dengan cara:
9a. Press continue calibration open (tentunya calibration kit sudah terpasang)
9b. Kemudian press calibration short
Sekarang Kalibrasi sudah selesai
Kemudian kita koneksi kabel yang akan kita ukur, Kita bisa lihat Return Loss dari kabel kita (saya ambil contoh RG 58 yang sudah berumur 5 tahun lebih)Hampir rata-rata RL (Return Loss) frekuensi 75Mhz s/d 470Mhz di bawah 21db cukup bagus untuk kable RG 58 "BEKAS"(21db sama dengan VSWR 1.18)mungkin kalau kabel baru lebihh OK dan type kabel diatas RG 58, seperti RG 8 atau sejenis kabel Andrew yang type LDF.

Gambar 3(yang paling bawah) adalah pengukuran kabel dengan panjang sekitar 25 meter hasilnya?anda bisa lihat sendiri! (masih dibawah 21db untuk rata-ratanya,bahkan ada yang 28db (1,08 vswr). Bagaimana kalau kabel kita potong-potong, saya coba potong 1 meter Anda bisa melihat di Gambar 2 hasil return loss nya/./. sama saja bukan dengan gambar yang pertama!! masih kurang lagi?.. saya potong kabel sampai 10meter!! sama saja hasilnya (lihat gambar 1)

Maka saya pastikan lagi buat apa kabel di matching, tidak perlu di matching!!! yang perlu kita matching adalah antenna kita! loses kabel-lah yang mempengarushi hilanggnya power pemancar kita (kalau antenna sudah match 50 ohm!)
Anda pasti tau setiap kabel mempunyai loses bukan??
Gampangnya begini semakin panjang kabel semakin besar pula losesnya alias kehilangan daya salur dari output pemancar kita!
Kebanyakan pabrik mencantumkan loses setiap 100ft.Jadi sebenernya apa pengaruhnya orang matching kabel dengan cara dipotong-potong?? saya kira tidak ada, yang ada kabel semakin pendek saja.Kecuali kabel yang tadinya 100ft di potong menjadi 20ft tentu semakin bagus itu kabel, karena losesnya semakin kecil.

Maka perhatikan saja Antenna anda yang tidak matching atau impedansinya yg tidak 50 ohm!! itulah yang sangat berperan penting dalam SWR, Antenna,antenna dan antenna.Kabel nomer 2 OK!! yang penting kabelnya berkualitas.Merk Belden,Andrew,Ericson semacam itulah

Semoga bermanfaat..
Salam