Laman

Entri Populer

28 April 2009

Pengukuran VSWR dengan Site Master Anritsu type S332B


Pengukuran VSWR


Voltage Standing Wave Ratio (VSWR) didefinisikan sebagai perbandingan (atau ratio) antara tegangan rms maksimum dan minimum yang terjadi pada saluran yang tidak match. Bila saluran transmisi dengan beban tidak sesuai (missmatch), di mana impedansi saluran tidak sama dengan Impedansi beban dan gelombang dibangkitkan dari sumber secara kontinyu, maka dalam saluran transmisi selain ada tegangan datang V+

juga terjadi tegangan pantul V-. Akibatnya, dalam saluran akan terjadi interferensi antara V+ dan V- yang membentuk gelombang berdiri (standing wave). Suatu parameter baru yang menyatakan kualitas saluran terhadap gelombang berdiri disebut dengan Voltage Standing Wave Ratio (VSWR).

Dibawah ini beberapa persamaan rumus VSWR :

VSWR = Vmax / Vmin …………………………………………(1)

1 + √ (RP / FP)

VSWR = …………………………………..(2)

1 - √ (RP / FP)

Coeffisien Reflected : .ρ =(VSWR-1) / (VSWR+1) ……….(3)

Return Loss (RL) : RL= -20 log ρ ……………..……(4)

FP = Forward Power (Daya yang dipancarkan dari sumber ke beban)

RP = Reflected Power , (Daya pantul dari beban ke sumber)

ρ = Coeffisien pantul

Hubungan antara VSWR dengan Return Loss prinsipnya sama saja, nilai VSWR sendiri dinyatakan dalam rasio atau perbandingan dan nilai Return Loss dinyatakan dB. Antena yg bagus menyerap energi 90% dan 10% yg dipantulkan kembali ke sumber.

Nilai VSWR ini sangat dipengaruhi oleh dua hal :

1. Perbedaan Impedanasi saluran transmisi dengan beban.

2. Diskontinuitas saluran transmisi, yg disebabkan oleh pemasangan konektor yg kurang bagus, bending feeder terlalu berlebihan atau kerusakan pada feeder itu sendiri.

ALAT UKUR DAN PROSEDUR PENGUKURAN :

Adapun alat ukur yang digunakan yaitu :

1. Site Master ANRITSU type S3332B

2. Precision OPEN / SHORT,

3. Precision TERMINATION / LOAD

4. Test Port Extension Cable.









Ada 5 (lima) item prosedur pengukuran, diantaranya adalah :

1. Setting Frekuensi dan Kalibrasi

2. Pengukuran VSWR

3. Pengukuran Return Loss (RL)

4. Pengukuran Distance to Fault (DTF)

5. Pengukuran Cable/Waveguide Loss (CL)










I. Setting Frekuensi dan Kalibrasi

Sebelum melakukan pengukuran, sebaiknya alat ukur dikalibrasi terlebih dahulu, adapun langkah-langkahnya sebagai berikut :

A). SETTING RANGE FREQ.

1. Tekan tombol MODE

2. Pilih FREQ-VSWR atau Return Loss

3. Tekan ENTER

4. Tekan tombol FREQ/DIST

5. Tekan F1 soft key

6. Masukan angka 8,9,0 atau pilih Freq yg telah ditentukan/disimpan

7. Tekan ENTER utk menentukan F1=890 MHz

8. Tekan F2 soft key

9. Masukan angka 9,6,0 a atau pilih Freq yg telah ditentukan/disimpan

10. Tekan ENTER utk menetukan F2=960 MHz

B). KALIBRASI

1. Tekan Tombol START CAL (akan mun

cul pesan “Connect Open to RF out port”

2. Pasang precision “OPEN” kemudian tekan ENTER, akan muncul pesan “Measuring OPEN” setelah proses itu selesai muncul pesan “Connect SHORT to RF out

port”

3. Lepaskan precision OPEN, pasang precisi

on SHORT kemudian tekan tombol ENTER dan akan muncul pesan

“Measuring SHORT” setelah itu muncul pesan lagi “Connect TERMINATION to RF o

ut”

4. Lepaskan precision SHORT dan pasang precision TERMINATION tekan ENTER dan akan muncul pesan “Measuring TERMINATION”

5. Periksa di sudut kiri atas tulisan CAL ON (alat ukur sudah terkalibrasi dengan baik).


C). AMPLITUDE / LIMIT

1. Tekan tombol AMPLITUDE atau LIMIT untuk masuk ke menu skala.

2. Misal utk VSWR tekan

softkey TOP, tentukan nilai atasnya (missal: 1.3 ) dan tekan BOTT

OM utk menentukan nilai bawahnya (missal: 1).

3. Misal utk RETURN LOSS tekan softkey TOP, tentukan nilainya (missal: 0) dan tekan BOTTOM utk menentukan nilainya (missal: 54)

D). SAVE SETUP

1. Untuk menyimpan konfigurasi setting tekan SAVE SE

TUP alu gunakan panah utk memilih lokasi 1-10 dan ENTER.

E). RECALL SETUP

1. Tekan tombol RECALL SETUP.

2. Gunakan panah utk memilih setting yg diinginkan kemudian ekan ENTER.

F). SAVE DISPLAY

1. Tekan SAVE DISPLAY utk mengaktifkan menu alfanumerik

2. Gunakan softkey utk memasukkan huruf/angka yg akan disimpan dalam memori.

G). RECALL DISPLAY

1. Tekan tombol RECALL DISPLAY

2. Gunakan panah utk memilih data yg akan ditampilkan lalu ENTER.


II. Pengukuran VSWR

1. Tekan tombol MODE.

2. Gunakan panah utk memilih FREQ-SWR kemudian tekan ENTER.

3. Untuk memilih range Frekuensi seperti PROSEDUR A.

4. Kemudian Kalibrasi seperti prosedur B.

5. Setelah itu pasang konektor feeder (ujungny

a dibebani antenna) ke alat ukur atau bisa juga menggunakan kabel extension dari alat ukur, hal ini utk memudahkan mobilisasi pengukuran.

6. Kemudian amati hasil pengukuran dan tandai amplitudo grafiknya dengan marker

SETTING MARKER

1. Tekan tombol MARKER utk masuk ke menu marker.

2. Tekan softkey M1, tekan softkey EDIT dan masukan nilai frekuensi yg diinginkan (missal: 900) tekan ENTER, setting M1=900 MHz. Tekan softkey BACK utk kembali ke menu marker.

3. Ulangi langkah1 dan 2 utk M2.








III. Pengukuran Return Loss

1. Tekan Tombol MODE.

2. Gunakan panah utk memilih FREQ-RETURN LOSS kemudian tekan ENTER

3. Langkah-langkah berikutnya sama dengan pengukuran VSWR.






V. Pengukuran Distance to Fault

1. Tekan tombol MODE

2. Gunakan panah utk memilih DTF-SWR lalu ENTER

3. Setting kalibrasi dan range freq. seperti langkah A & B.






IV. Pengukuran Cable/Waveguide Loss

Pengukuran Cable Loss ini menggunakan Precision SHORT di ujung feedernya.

1. Tekan tombol MODE

2. Gunakan panah dan pilih CABLE LOSS-ONE PORT, tekan ENTER

3. Tekan AMPLITUDE utk masuk ke menu skala

4. Tekan softkey TOP lalu tentukan nilai atasnya

5. Tekan softkey BOTTOM lalu tentukan bawahnya.






HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN :

1. Kalibrasi alat ukur harus selalu dilakukan sebelum memulai pengukuran.

2. Mengetahui spesifikasi material seperti Loss Connector, Feeder, jumper eeder, splitter, antenna dan lain-lain.

3. Sebelum pengukuran, pastikan dahulu bahwa instalasi sudah terpasang bagus.

4. Menggunakan kabel extension lebih leluasa bergerak dalam melakukan pngukuran.


Salam.

27 April 2009

combiner



Combiner adalah suatu alat electronic yang berfungsi menggabungkan 2pemancar atau lebih menjadi 1 output ke antenna.Gambar di samping adalah jenis star point combiner

Patch Panel












Patch Panel, fungsi dari patch panel sendiri adalah sebagai switch manual,
Foto disamping adalah patch panel untuk TVtransmitter dan radio fm transmitter, patch panel disamping adalah model dual feed line antenna systems atau lebih gampangnya patch panel yang mempunyai 1 input dari suatu transmitter dan memiliki 2 output ke antenna sistem.

Salam

23 April 2009

FM Transmitter

Ini yang namanya Pemancar FM dengan daya 10KW!! beserta filter dan combinernya yang lumayan gede fisiknya!!!

EEV IOT


Inilah EEV IOT suatu pemancar TV, range maksimal out dari IOT ini antara 66 sampai 80kW

Frekuensi range 470 - 810 mHZ
Power gain 20.5 s/d 23 dB
Beam voltage 30 s/d 38 kV

IOT atau Inductive Output Tube saat ini banyak dipakai karena memiliki efisisiensi dari Klystron(karena daerah katoda,seperti sebuah tetrode,melewatkan kerja penguat kelas B atau AB)
IOT bisa juga disebut dengan KLYSTRODE = Klystron & Tetroda.

Elemen-elemen utama IOT;
- Katoda, pemanasan tak langsung
- Grid
- Input cavity
- Pembukaan Anoda
- Output cavity
- Collector
- System focus magnetic

Polarisasi Magnetostatic dan Electrostatic IOT;
- Anoda,Collector dan Cavitynya digroundkan
- Tegangan Negatif yang tinggi diberikan ke katoda(sampai puluhan kV)
- Sebuah tegangan yg kecil (ratusan volt) diberikan ke grid dan katodanya (tegangan tinggi antara grid dan groundnya)
- Beam electron dibenamkan dalam sebuah medan magnetic yg focus disupply dari sebuah selenoid,kecuali daerah collector,terlindungi secara magnetic

Kelebihan IOT
-IOT tidak membutuhkan power DC yg tinggi dan block device ac,karena tdk ada tegangan dc pada cavity output
- Penguatan yang sangat tinggi, misal iput 200-300 W bisa 50kw lebih outputnya dll.

Kekurangan IOT
- Mahal
- Mempunyai masa kerja sampai 20.000 jam dll.

Salam

Kathrein Signal Meter type MSK 33


Inilah Alat ukur yang bernama signal meter , foto diatas yang type MSK33 selain 7type lainnya

Fungsi alat ukur ini pastinya untuk mengukur kuat sinyal suatu pemancar RF, bisa dari satellit, radio, maupun TV.
Signal meter ini sangat besar manfaatnya di dunia broadcaster,karena kita bisa mengetahui besar kecilnya pemancar kita diterima di suatu daerah(tentunya dengan membawa alat ukur ini dengan mennjinjingnya saja/ukuran WxHxD : 275x130x317) berat kurang lebih 7kg

Diatas saya mencoba mengukur kuat sinyal salah satu stasiun TV,disitu terlihat kuat sinyalnya dan visualnya.Sangat mudah bukan...Tinggal nyalakan alat ukur itu,kita ukur stasiun pemancar mana dan tinggal PRINT (karena bisa di print tuh alat).
Janga kuatir kalau tidak adal sumber listrik! karena sudah ada baterre didalamnya, bisa untuk 1harian full!!

Salam

HPA TV Transmitter merk NEC











Ini adalah foto HPA TX NEC 20kw yang sedang di service,karena Power Supplynya kebakar...tinggal nyari beli Dioda,Triac, karena 2 komponen itu yang jebol,selain jalur PCB nya yang terbakar..