Melengkapi, tentang pertanyaan dari saodara "wito". Bandwidth maksud dari balmon (400Khz) saya contohkan sbb: Foto disamping, saya ambil contoh dari frekuensi 97.1Mhz (FM) Di foto terlihat M1, M2, M3,M4, M5,M6 maksudnya M1 ; Marker 1 M2 ; Marker 2 dst.. Maksud dari marker tersendiri adalah sebagaii penanda untuk memudahkan kita mengetahui di frekuensi berapa yang akan kita ukur. Contoh diatas pada frekuensi 97,1Mhz (M1) untuk Posisi Center
Bandwidth FM tidak boleh dari 400Khz artinya; M2 : 96,9 ( -200khz) M3 : 97,3 ( +200khz)
Digambar terlihat syarat 400khz sangat memenuhi, apabila tidak memenuhi syarat 400Khz, maka bentuk gelombang sinus diatas melewati dari, 96.9Mhz (dikurangi -200Khz dari 97.1Mhz) dan melebihi dari frekuensi 97.3Mhz (97.1 ditambah +200Khz)
Sedangkan M4 dan M5 adalah span 600Khz. Kalau melebihi span 400Khz tentunya akan mengganggu radio yang berdekatan dengan frekuensi pemancar anda atau disebut interverensi.
Banyak orang menggunakan antenna model seperti gambar disamping (merk sira dan kathrein), kalau saya kurang mantap, karena kalau kita menngunakan 1 bay saja gain sebesar -1.5dB, 2 bay baru 1.5dB. Untuk VSWR juga tidak terlalu rata (broad band nya kurang ok) anda bisa lihat di grafik untuk vswr <1.4 itu paling besar, paling kecil 1:1 itu juga di frekuensi tertentu ya, kalau mau ya kita match lagi itu antenna.menurut saya antenna ini untuk broad band kurang mantap!
Banyak kalangan radio amatir, mulai yang bermain di FM yang buat ngebrik sampai dengan yang di 2m band. Banyak pula yang berdebat soal perlu atau tidak cable di "match" Sekarang saya coba perlihatkan yang benar dan mana yang kurang bener, Tentunya dengan alat ukur yang bernama Spectrum Analyzer merk Rohde&Schwarz. Metode yang kita ukur menggunakan Tracking Generator (karena ini cukup untuk mengukur Return Loss dari suatu cable) untuk antenna saya ganti dengan Dumy Load 50 Ohm!!
Caranya sangan simple,berikut caranya:
1. Tekan tombol power ON 2. Pasang VSWR Bridge 3. Masukan frekuensi yang kita inginkan misal 75Mhz sampai dengan 170 Mhz 4. Tekan tombol start Freq. yang kita inginkan tadi (75 Mhz) 5. Tekan tombol stop Freq. yang kita inginkan tadi (470 Mhz), Kita anggap saja 75 s/d 470 Mhz adalah band width frekuensi kerja dari pemancar dan antenna kita (Kita anggap antenna sudah match 50 Ohm 6. Setelah itu tekan tombol "meas" dan tekan lagi tombol measure 7. Pilih menu Tracking Generator, Kemudian akan muncul Reflect Call, tekan tombol itu! 8. tekan tombol meas mode (pilih scalar) 9. Sekarang kita calibrasi kabel yang buat kita ngukur kabel kita, dengan cara: 9a. Press continue calibration open (tentunya calibration kit sudah terpasang) 9b. Kemudian press calibration short Sekarang Kalibrasi sudah selesai Kemudian kita koneksi kabel yang akan kita ukur, Kita bisa lihat Return Loss dari kabel kita (saya ambil contoh RG 58 yang sudah berumur 5 tahun lebih)Hampir rata-rata RL (Return Loss) frekuensi 75Mhz s/d 470Mhz di bawah 21db cukup bagus untuk kable RG 58 "BEKAS"(21db sama dengan VSWR 1.18)mungkin kalau kabel baru lebihh OK dan type kabel diatas RG 58, seperti RG 8 atau sejenis kabel Andrew yang type LDF.
Gambar 3(yang paling bawah) adalah pengukuran kabel dengan panjang sekitar 25 meter hasilnya?anda bisa lihat sendiri! (masih dibawah 21db untuk rata-ratanya,bahkan ada yang 28db (1,08 vswr). Bagaimana kalau kabel kita potong-potong, saya coba potong 1 meter Anda bisa melihat di Gambar 2 hasil return loss nya/./. sama saja bukan dengan gambar yang pertama!! masih kurang lagi?.. saya potong kabel sampai 10meter!! sama saja hasilnya (lihat gambar 1)
Maka saya pastikan lagi buat apa kabel di matching, tidak perlu di matching!!! yang perlu kita matching adalah antenna kita! loses kabel-lah yang mempengarushi hilanggnya power pemancar kita (kalau antenna sudah match 50 ohm!) Anda pasti tau setiap kabel mempunyai loses bukan?? Gampangnya begini semakin panjang kabel semakin besar pula losesnya alias kehilangan daya salur dari output pemancar kita! Kebanyakan pabrik mencantumkan loses setiap 100ft.Jadi sebenernya apa pengaruhnya orang matching kabel dengan cara dipotong-potong?? saya kira tidak ada, yang ada kabel semakin pendek saja.Kecuali kabel yang tadinya 100ft di potong menjadi 20ft tentu semakin bagus itu kabel, karena losesnya semakin kecil.
Maka perhatikan saja Antenna anda yang tidak matching atau impedansinya yg tidak 50 ohm!! itulah yang sangat berperan penting dalam SWR, Antenna,antenna dan antenna.Kabel nomer 2 OK!! yang penting kabelnya berkualitas.Merk Belden,Andrew,Ericson semacam itulah
Voltage Standing Wave Ratio (VSWR) didefinisikan sebagai perbandingan (atau ratio) antara tegangan rms maksimum dan minimum yang terjadi pada saluran yang tidak match. Bila saluran transmisi dengan beban tidak sesuai (missmatch), di mana impedansi saluran tidak sama dengan Impedansi beban dan gelombang dibangkitkan dari sumber secara kontinyu, maka dalam saluran transmisi selain ada tegangan datang V+
juga terjadi tegangan pantul V-. Akibatnya, dalam saluran akan terjadi interferensi antara V+ dan V- yang membentuk gelombang berdiri (standing wave). Suatu parameter baru yang menyatakan kualitas saluran terhadap gelombang berdiri disebut dengan Voltage Standing Wave Ratio (VSWR).
FP = Forward Power (Daya yang dipancarkan dari sumber ke beban)
RP = Reflected Power , (Daya pantul dari beban ke sumber)
ρ = Coeffisien pantul
Hubungan antara VSWR dengan Return Loss prinsipnya sama saja, nilai VSWR sendiri dinyatakan dalam rasio atau perbandingan dan nilai Return Loss dinyatakan dB. Antena yg bagus menyerap energi 90% dan 10% yg dipantulkan kembali ke sumber.
Nilai VSWR ini sangat dipengaruhi oleh dua hal :
1. Perbedaan Impedanasi saluran transmisi dengan beban.
2. Diskontinuitas saluran transmisi, yg disebabkan oleh pemasangan konektor yg kurang bagus, bending feeder terlalu berlebihan atau kerusakan pada feeder itu sendiri.
ALAT UKUR DAN PROSEDUR PENGUKURAN :
Adapun alat ukur yang digunakan yaitu :
1. Site Master ANRITSU type S3332B
2. Precision OPEN / SHORT,
3. Precision TERMINATION / LOAD
4. TestPort Extension Cable.
Ada 5 (lima) item prosedur pengukuran, diantaranya adalah :
1. Setting Frekuensi dan Kalibrasi
2. Pengukuran VSWR
3. Pengukuran Return Loss (RL)
4. Pengukuran Distance to Fault (DTF)
5. Pengukuran Cable/Waveguide Loss (CL)
I. Setting Frekuensi dan Kalibrasi
Sebelum melakukan pengukuran, sebaiknya alat ukur dikalibrasi terlebih dahulu, adapun langkah-langkahnya sebagai berikut :
A). SETTING RANGE FREQ.
1. Tekan tombol MODE
2. Pilih FREQ-VSWR atau Return Loss
3. Tekan ENTER
4. Tekan tombol FREQ/DIST
5. Tekan F1 soft key
6. Masukan angka 8,9,0 atau pilih Freq yg telah ditentukan/disimpan
7. Tekan ENTER utk menentukan F1=890 MHz
8. Tekan F2 soft key
9. Masukan angka 9,6,0 a atau pilih Freq yg telah ditentukan/disimpan
10. Tekan ENTER utk menetukan F2=960 MHz
B). KALIBRASI
1. Tekan Tombol START CAL (akan mun
cul pesan “Connect Open to RF out port”
2. Pasang precision “OPEN” kemudian tekan ENTER, akan muncul pesan “Measuring OPEN” setelah proses itu selesai muncul pesan “Connect SHORT to RF out
port”
3. Lepaskan precision OPEN, pasang precisi
on SHORT kemudian tekan tombol ENTER dan akan muncul pesan
“Measuring SHORT” setelah itu muncul pesan lagi “Connect TERMINATION to RF o
ut”
4. Lepaskan precision SHORT dan pasang precision TERMINATION tekan ENTER dan akan muncul pesan “Measuring TERMINATION”
5. Periksa di sudut kiri atas tulisan CAL ON (alat ukur sudah terkalibrasi dengan baik).
C). AMPLITUDE / LIMIT
1. Tekan tombol AMPLITUDE atau LIMIT untuk masuk ke menu skala.
2. Misal utk VSWR tekan
softkey TOP, tentukan nilai atasnya (missal: 1.3 ) dan tekan BOTT
OM utk menentukan nilai bawahnya (missal: 1).
3. Misal utk RETURN LOSS tekan softkey TOP, tentukan nilainya (missal: 0) dan tekan BOTTOM utk menentukan nilainya (missal: 54)
D). SAVE SETUP
1. Untuk menyimpan konfigurasi setting tekan SAVE SE
TUP alu gunakan panah utk memilih lokasi 1-10 dan ENTER.
E). RECALL SETUP
1. Tekan tombol RECALL SETUP.
2. Gunakan panah utk memilih setting yg diinginkan kemudian ekan ENTER.
F). SAVE DISPLAY
1. Tekan SAVE DISPLAY utk mengaktifkan menu alfanumerik
2. Gunakan softkey utk memasukkan huruf/angka yg akan disimpan dalam memori.
G). RECALL DISPLAY
1. Tekan tombol RECALL DISPLAY
2. Gunakan panah utk memilih data yg akan ditampilkan lalu ENTER.
II. Pengukuran VSWR
1. Tekan tombol MODE.
2. Gunakan panah utk memilih FREQ-SWR kemudian tekan ENTER.
3. Untuk memilih range Frekuensi seperti PROSEDUR A.
4. Kemudian Kalibrasi seperti prosedur B.
5. Setelah itu pasang konektor feeder (ujungny
a dibebani antenna) ke alat ukur atau bisa juga menggunakan kabel extension dari alat ukur, hal ini utk memudahkan mobilisasi pengukuran.
6. Kemudian amati hasil pengukuran dan tandai amplitudo grafiknya dengan marker
SETTING MARKER
1. Tekan tombol MARKER utk masuk ke menu marker.
2. Tekan softkey M1, tekan softkey EDIT dan masukan nilai frekuensi yg diinginkan (missal: 900) tekan ENTER, setting M1=900 MHz. Tekan softkey BACK utk kembali ke menu marker.
3. Ulangi langkah1 dan 2 utk M2.
III. Pengukuran Return Loss
1. Tekan Tombol MODE.
2. Gunakan panah utk memilih FREQ-RETURN LOSS kemudian tekan ENTER
3. Langkah-langkah berikutnya sama dengan pengukuran VSWR.
V. Pengukuran Distance to Fault
1. Tekan tombol MODE
2. Gunakan panah utk memilih DTF-SWR lalu ENTER
3. Setting kalibrasi dan range freq. seperti langkah A & B.
IV. Pengukuran Cable/Waveguide Loss
Pengukuran Cable Loss ini menggunakan Precision SHORT di ujung feedernya.
1. Tekan tombol MODE
2. Gunakan panah dan pilih CABLELOSS-ONEPORT, tekan ENTER
3. Tekan AMPLITUDE utk masuk ke menu skala
4. Tekan softkey TOP lalu tentukan nilai atasnya
5. Tekan softkey BOTTOM lalu tentukan bawahnya.
HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN :
1. Kalibrasi alat ukur harus selalu dilakukan sebelum memulai pengukuran.
2. Mengetahui spesifikasi material seperti Loss Connector, Feeder, jumper eeder, splitter, antenna dan lain-lain.
3. Sebelum pengukuran, pastikan dahulu bahwa instalasi sudah terpasang bagus.
4. Menggunakan kabel extension lebih leluasa bergerak dalam melakukan pngukuran.
Combiner adalah suatu alat electronic yang berfungsi menggabungkan 2pemancar atau lebih menjadi 1 output ke antenna.Gambar di samping adalah jenis star point combiner
Patch Panel, fungsi dari patch panel sendiri adalah sebagai switch manual, Foto disamping adalah patch panel untuk TVtransmitter dan radio fm transmitter, patch panel disamping adalah model dual feed line antenna systems atau lebih gampangnya patch panel yang mempunyai 1 input dari suatu transmitter dan memiliki 2 output ke antenna sistem.