Laman

Entri Populer

08 Februari 2010

Antenna Alinco EA0098 vs RH779








Iseng iseng di malam hari, ada dua antenna,,secara fisik antenna RH779 dibandingkan Alinco EA0098 lebih panjang, Untuk RH779 panjang 43cm dan Alinco 11,5cm

sebelum di ukur saya bandingkan untuk receivenya,,ternyata jauh beda, hampir 3kali lipat kemampuan RX dari RH779 dibandingkan Alinco EA0098, yaiyalah fisiknya saja lebih panjang heheeee

Alinco EA009 alincoH779 ini dibeli waktu itu 55rb-an..RH779 mempunyai gain 2.15dBi...apa iya ya segitu?ga yakin saya...sedangkan yang alinco dijamin deh pasti lebih kecil..

Lihat langsung saja di Pict. disitu kelihatan kualitas atau Reflected dari masing masing antenna

Tidak ada yang di bawah 1,5 meski antenna RH779 saya tarik ulur (antenna ini model yg bisa di pendekkan atau di panjangkan)vswr paling kecil adalah 2,4 di frequensi 140,413mHz dan yang UHF di frequensi 431,22mHz vswr 2,26.Sedangkan yang alinco lebih parah swr nya..(2,63 dan itu yg paling kecil, di frequensi 145,240mHz) sedangkan di frequensi UHF paling kecil vswr 3,6 di frequensi 440,873mHz.

Sedangkan apabila menggunakan Dumy load dijamin swr OK!

Note: Gambar paling atas hasil pengukuran dari dumy load, Pict. bawahnya adalah hasil pengukuran dari RH779 dan gambar bawahnya lagi Alinco EA0098

06 Februari 2010

Alinco DJ-596 MkII Dual Band VHF&UHF


HT dari Alinco type DJ-596 MkII, HT ini adalah HT dual band VHF dan UHF
VHF frequensi 136 Mhz sampai degan 173,999 Mhz
UHF frequensi 400 Mhz sampai dengan 511,990 Mhz
power maksimal dari HT ini 5watt dan tergantung kondisi dari batere juga, sedangkan power low dari HT DJ-596 0,8W
HT ini mempunyai memory sebanyak 100 channel, Alinco ini dibekali dengan batere 1500mAh dan untuk tegannya 9,6V

...86...

27 Januari 2010

Jarak Bay to Bay Antenna (1/2 Lamda)


Disini saya coba tampilkan tabel spasi atau jarak perba bay antenna, Untuk tabel ini saya ambil untuk antenna circular atau omni directional.

Tabel ini sama dengan yang digunakan oleh ERI (Electronics Research, INC)
sedangkan sistem yang digunakan per bay tiap antenna adalah 1/2 lamda (Half Wave). Jarak atau spasi tiap bay adalah titik tengah dari antenna circular.

Semoga Bermanfaat

24 Januari 2010

Mirage 3016 Booster 2m band 160W





Mirage 3016, bisa disebut booster legendaris para briker maniac!
booster dengan kekuatan 160W dan input 30Watt ini cukup mumpuni, karena di bekali dengan SRF3417 2 unit (dengan push pull system)

08 Januari 2010

Antenna Diamond F23 New




Antenna Made In Japan, salah satu saingan antenna Hustler G7 dari USA.
Antenna Diamond ini ada 2jenis, yaitu type F23 dan F23H. Perbedaannya hanya pada handling atau kemampuan yang dimiliki antenna untuk menampung power dari pemancar. Untuk F23 sebesar 200W dan yang F23H sebesar 350W.
Daripada beli Husler G7 yang harganya 2 kali lipat mending Diamond inilah sudah bagus,, tidak kalah dengan Hustler G7. tiap prodak ada kekurangan dan kelebihannya bukan...

Spek;

Gain 7,8db
Frek. 2m band
Power maksimal 200W
Polarisasi Vertical/Omni directional
Weight 1,9kg

20 Desember 2009

Transmission Line

Transmission Line (Jalur Transmisi)

Jalur transmisi untuk televisi penerima berfungsi untuk memindahkan sinyal dari antena penerima ke input pesawat televisi dengan kerugian tenaga yang sekecil-kecilnya, serta hanya menangkap sinyal interferensi sekecil mungkin. Jalur transmisi disebut juga “garis transmisi” (transmission line ). Agar jalur transmisi dapat memindahkan tenaga maksimum, maka hendaknya impedansi jalur itu sesuai dengan impedansi input pesawat penerima, dan sesuai pula dengan impedansi antena yang bersangkutan. Jalur transmisi yang banyak digunakan untuk televisi penerima pada umumnya mempunyai impedansi 300 dan 75 Ohm, Sedangkan untuk Transmiter 50Ohm. Jalur transmisi pada pokoknya ada tiga macam, yaitu:

• kabel coaxial
• kabel dengan kawat kembar (twin lead)
• kabel terbuka

Agar turunnya tenaga (attenuasi) sekecil-kecilnya, dan antena dapat memberikan tenaga maksimum pada pesawat penerima, maka impedansi input pesawat penerima hendaknya sama dengan impedansi jalur transmisi pada ujung yang berhubung langsung (masuk) ke input televisi. Jadi impedansi output jalur transmisi haruslah sesuai dengan impedansi input pesawat televisi yang bersangkutan (televisi penerima).
Disamping penyesuaian impedansi seperti yang tersebut diatas, jenis jalur transmisi juga harus diperhatikan, misalnya kalau televisi penerima menggunakan sirkuit input tidak balans, maka jalur transmisi hendaknya juga tidak balans. Apabila televisi menggunakan sirkuit input balans, maka jalur transmisi hendaknya juga balans. Apabila tidak balans di butuhkan Balun atau penyesuai impedansi


A.JALUR TRANSMISI TIDAK BALANS

Pada umumnya jalur transmisi tidak balans yang digunakan dalam televisi penerima mempunyai impedansi 75 Ohm, dan jalur ini berupa kabel coaxial,
Didalam kabel ini terdapat kawat dari tembaga tunggal, atau seuntai kawat-kawat tembaga ditengah-tengah kabel yang dibungkus dengan isolator polyethylene. Diluar isolator polyethylene ini terdapat bungkus berupa anyaman tembaga yang bekerja sebagai konduktor kedua. Isolator polyethylene antara kedua konduktor tersebut juga digunakan untuk memisahakan kedua konduktor (luar dalam) sehingga antara keduanya terdapat jarak tertentu dan tetap. Jarak ini menentukan impedansi jalur transmisi yang bersangkutan. Makin tebal isolator, makin besar pula impedansinya. Untuk kabel coaxial dengan isolasi udara, besarnya impedansi ialah:
Zo = 138 log do/di
Dimana
Zo = impedansi jalur transmisi dalam Ohm
do = garis tengah konduktor luar
di = garis tengah konduktor dalam

Anyaman kawat tembaga yang membungkus isolator dan merupakan konduktor luar itu biasanya dihubungkan dengan casis. Jadi selain ia merupakan konduktor luar atau konduktor kedua, juga berfungsi sebagai pelindung elektrostatika. Jadi jika kabel coaxial dengan impedansi 75 ohm akan digunakan untuk antena 300 ohm, maka sambungan antara antena dan ujung kabel transmisi hendaknya diberi alat penyesuaian (impedance matching).

B.JALUR TRANSMISI BALANS

Semua kabel transmisi yang dilalui sinyal dari antena ke pesawat penerima selalu mempunyai kerugian tenaga, sehingga akan menurunkan kekuatan sinyal tersebut. Turunnya sinyal (attenuasi) ini tidaklah seberapa besar, terkecuali jika kabel transmisi itu panjang. Biasanya kabel coaxial mempunyai kerugian tenaga yang lebih besar dari kabel transmisi kawat kembar, akan tetapi gangguan statis dari luar lebih dapat dicegahnya.
Pada umumnya kabel ini mempunyai impedansi 300 0hm. Apabila diperlukan kabel transmisi yang panjang, maka agar tidak terlalu banyak kerugian atau attenuasinya tidak terlalu besar, maka perlu digunakan kabel transmisi kawat kembar terbuka. Jalur transmisi semacam ini berupa dua kawat tembaga yang dipisahkan oleh isolator secara tetap, Kabel transmisi kawat terbuka semacam ini lebih sulit pemasangannya dan juga lebih berat karena isolator-isolatornya; oleh karena itu jarang digunakan, kecuali sangat diperlukan. Selanjutnya impedansi kabel transmisi kawat kembar (pararel) dengan dielektrikum udara dapat di hitung dengan persamaan:

Zo = 276 log s/r

Dimana
Zo = impedansi dalam ohm
s = jarak (spasi) antara kedua kawat
r = jari-jari kawat (setengah diameternya)

C.PENYESUAIAN IMPEDANSI ANTARA KABEL TRANSMISI DENGAN INPUT PENERIMA

Seperti yang telah diterangkan diatas, bahwa pada umumnya antena penerima televisi, jalur transmisi, dan input pesawat penerima, mempunyai impedansi 300 ohm. Jadi dalam hal ini tidak terdapat persoalan penyesuaian impedansi, karena impedansi-impedansi tersebut sudah sesuai semuanya. Akan tetapi kadang-kadang terdapat persoalan penyesuaian impedansi yang harus diatasi, misal kabel transmisi 300 ohm akan digunakan untuk menghubungkan antena dengan input televisi penerims yang impedansinya 73 – 75 ohm,atau kabel transmisi 75 ohm digunakan untuk televisi penerima dengan impedansi 300 ohm. Untuk ini diperlukan penyesuai impedansi atau “elevator”. Alat ini biasanya berupa transformator R-F


D.ATTENUASI JALUR TRANSMISI

Sinyal yang dimasukan keinput televisi penerima dari antena melalui ujung-ujung jalur transmisi mengalami kerugian tenaga dalam jalur tersebut. Makin jauh dari titik pengisian, tenaga sinyal juga makin berkurang. Jadi didalam jalur transmisi terdapat tenaga yang hilang, dan tenaga yang hilang ini merupakan kerugian energy. Makin panjang jalur transmisi, makin besar pula kerugian energy sinyal yang melaluinya. Garis transmisi mempunyai unsur-unsur yang mengurangi kekuatan sinyal dengan presentase yang tetap dalam tiap bagian panjang tertentu dari kawat garis itu. Garis transmisi dapat ditetapkan nilainya menurut angka attenuasi (penurunan kekuatan) dalam deci-bell (dB) tiap panjang tertentu, misalnya di Amerika attenuasi ditentukan dalam 100 kaki, dan sebagainya. Jika kabel itu panjangnya 50 kaki akan mempunyai angka attenuasi 1 dB, dan untuk panjang 1000 kaki attenuasinya sebesar 20 dB,dst. Besarnya attenuasi juga berubah-ubah menurut frekwensi. Makin tinggi frekwensi makin besar pula attenuasinya. Kerugian energi pada jalur transmisi yang menghasilkan attenuasi ada dua macam, yaitu:
a.Kerugian karena tahanan dalam kawat jalur transmisi
b.Kerugian dalam isolasi antara kawat-kawat penghantar

Kerugian dalam isolasi sama seperti kerugian dalam kapasitor, jadi isolasi antara kedua kawat itu merupakan bahan dielektrikumnya

Kerugian karena isolasi dapat diperkecil dengan jalan:


•Menggunakan bahan dielektrika yang mempunyai angka ketetapan dielektrikum sekecil-kecilnya
•Menggunakan isolasi yang sedikit mungkin
•Memasang kedua kawat penghantar pada jarak yang lebih jauh
•Mencegah masuknya bahan lain keantara dua kawat penghantar yang dapat memperbesar kerugian, seperti air hujan , kotoran ,dsb


E.MEMASANG JALUR TRANSMISI

Pemasangan jalur transmisi anatara antena dan input televisi penerima didaerah yang sinyalnya kuat tidak terdapat persoalan yang sulit,akan tetapi untuk daerah-daerah yang sinyalnya lemah seperti didaerah yang jauh dari pemancar atau daerah pantulan, maka pemasangan antena televisi dan jalur transmisi harus diusahakan setepat-tepatnya. Dalam pemasangan kabel transmisi, maka terdapat tiga hal yang harus dielakkan, yaitu masuknya sinyal noise, turunnya tenaga (attenuasi) yang besar, dan keadaan impedansi yang tidak sesuai

1.Mengurangi masuknya sinyal noise

Masuknya sinyal noise melalui jalur transmisi yang terlalu besar dapat dikurangi dengan jalan:

•Menggunakan kabel coaxial
•Menyalurkan kabel transmisi sejauh mungkin dari sumber-sumber noise seperti; lampu neon, kawat listrik, jalan yang padat lalu lintasnya, dsb
•Memuntir kabel transmisi. Pemuntiran kabel transmisi 180derajat tiap beberapa kaki atau tiap beberapa sentimeter dapat menyebabkan tegangan interfrensi sinyal yang diinduksikan ketiap-tiap bagian panjang kabel di imbangi oleh bagian-bagian lainnya (berikutnya), sehingga noise dapat lebih dihindarkan. Pemuntiran kabel transmisi ini tidak berpengaruh terhadap attenuasi dan juga impedansi kawat garis.


2.Attenuasi

Attenuasi yang besar dapat dihindarkan denggan menggunakan jalur (garis) transmisi yang mempunyai kerugian tiap panjang tertentu ( misalnya dB tiap 10 kaki) cukup kecil. Dalam daerah yang sinyalnya kuat, kerugian energi pada kawat jalur transmisi dan juga pada isolasinya tidaklah merupakan persoalan besar atau penting; akan tetapi didaerah-daerah yang sinyalnya lemah, hendaknya kerugian energi pada jalur transmisi diusahakan sekecil-kecilnya, misalnya menggunakan jalur transmisi yang kwalitasnya lebih baik dan cocok impedansinya, memperbesar sinyal masuk dengan menggunakan booster antena, dsb.

3.Matching Impedansi (Keselarasan impedansi)

Impedansi yang tidak sesuai (mismatch impedance) antara antena dengan jalur transmisi dan antara jalur transmisi dengan input televisi penerima dapat dihindari dengan:

# Menggunakan jalur transmisi yang mempunyai impedansi sesuai dengan impedansi sumber energi (antena) dan sesuai pula dengan impedansi input televisi.
# Menggunakan jenis kabel transmisi sesuai dengan kebutuhan input televisi penerima, misalnya menggunakan kabel jalur transmisi balans atau tidak balans (kabel coaxial atau jalur kawat kembar)
# Menggunakan alat penyesuai impedansi seperti yang telah diterangkan diatas.
Dalam pemasangan jalur transmisi kawat terbuka, hendaknya dijaga jangan sampai berdekatan dengan plat-plat logam, benda-benda pejal, atap rumah,dsb, karena hal tersebut dapat mengakibatkan perubahan impedansi sehingga impedansi tidak lagi sesuai dengan yang dibutuhkan.

To be continue

10 Desember 2009

Sistem Penggabungan (Combine ) pada TX TV










Sistem Combine Transmisi Audio&Video
1.HIGH LEVEL COMBINER (SPLIT);
Pemancar yang proses penggabungan signal video dan audio dilakukan di tingkat akhir (RF)

2.LOW LEVEL COMBINER (COMMON)
Pemancar yang proses penggabungan signal video dan audio dilakukan di tingkat IF

Keterangan:
1.LPF 5MHz berfungsi untuk melewatkan frekuensi rendah s/d 5MHz dan meredam frekuensi yang lain
2.GD.EQ berfungsi untuk memperbaiki cacat group delay yang terjadi karena LPF
Cacat group delay adalah cacat yg diakibatkan karena perbedaan kelambatan dari suatu frekuensi terhadap frekuensi yg lain dalam satu band frekuensi yg ditransmisikan bersama sama. Pengaruh GD (group delay) pada tv monior adalah warnanya bergeser pada rangkanya, GD timbul karena adanya pembatasan band frekuensi
3.Rangkaian white clipper : berfungsi memotong level video signal pd sisi putih sesuai dg standar agar residual carrier dapat dipertahankan pada 10%-12,5% nominal. sedangkan pemotongan tertentu diatur secara manual oleh potensio.
4. Video IF modulator : memodulasikan signal video composite pada IF 38,9MHz secara AM negative modulation, Video IF OSC berfungsi membangkitkan frek. video if sebesar 38,9MHz
5. VSBF : memperbaiki double side band menjadi VSB
6. Linear corector; a. Diff.phase corrector untuk memperbaiki cacat differential phase yang terjadi. b. Diff.gain corrector untuk memperbaiki cacat diff.gain
Diff.phase adalah perbedaan phase dari colour sb carrier 4,43 MHz karena perubahan luminan level (Brightness)
Fungsi colour burst untuk syncronisasi warna yaitu phasenya untuk menentukan corak warna (HUE) gainnya untuk menentukan saturation
Fungsi colour sub carrier adalah sebagai pembawa informasi warna
7.Vision Mixer berfungsi untuk mencampur RF Osc dg video IF yg telah termodulir oleh signal video secara AM negative mod.
8.BPF berfungsi untuk melewatkan satu band frek.channel yg diinginkan dan mengattenuasi frekuensi frekuensi lain
9.TRPA adalah penguat daya yg menggunakan transistor
10.Circular sebagai pengaman agar jika terjadi refleksi dari PA tidak kembali ke TRPA
11.Audio limiter berfungsi membatasi level signal audio input. Audio limiter ini sangat diperlukan karena amplitudo dari signal audio mempengaruhi lebar band.
Besar kecilnya perubahan frekuensi carrier ditentukan oleh amplitudo signal audio sedangkan Kecepatan perubahan frek.carrier ditentukan oleh frekuensi audio
12. Pre emphasis yaitu untuk menaikan level frekuensi tinggi, Tujuan dipasang pre emph pada TX FM dan De emph.pada RX FM adalah untuk membuat agar S/N signal audio pd setiap frekuensi sama
13.Audio IF FM modulator memodulasikan signal audio pada frekuensi IF 33,4MHz secara FM
14.Auraal mixer berfungsi mencampur RF OSC dengan audio 33,4MHz
15.Constant impedance notch diplexer berfungsi menggabungkan video carrieryg telah termodulir oleh signal video secara AM negative VSB dg audio carrier yg telah termodulir oleh signsl audio secara FM